Awal ditemukannya lift, orang hanya berdiri di dalamnya, bengong tanpa memandang apapun sambil menunggu sampai lantai tujuan. Yang bisa mereka pikirkan adalah ketakutan alami jatuh dari lift yang menggantung di udara tanpa sokongan apapun kecuali kabel. Diantara merekapun ada yang mengeluh karena menganggap lift sangat lamban, padahal itu hanya perasaan mereka saja.
Untuk meredam ketakutan dan berawal dari keluhan-keluhan tersebut, maka dipasanglah cermin dalam lift, seperti yang kita temukan saat sekarang ini. Tujuannya, untuk mengalihkan perhatian dan pikiran yang tidak-tidak. Selain itu, cermin juga bisa memberi sedikit kegiatan bagi penggunanya, misalnya untuk menata rambut, membenarkan makeup, ataukah selfie ;) Cermin juga dapat membantu mengurangi perasaan Claustrophobia di mana seseorang merasa takut saat berada di ruang tertutup.
Demikian tujuan dipasangnya cermin dalam lift. Tujuan dari adanya cermin lebih kepada aspek psikologi dibanding aspek mekaniknya. Pembuat lift tidak cuma peduli pada faktor teknik, mereka juga mempedulikan efek psikologis penumpangnya.
Jadi... besok atau lusa, saat kamu berada di dalam lift dan menemukan dirimu sedang menata rambut, membenarkan makeup ataukah sedang selfie...Ingatlah bahwa kamu telah jatuh ke dalam permainan psikologi perusahaan pembuat lift :)